Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Semoga Pemerintah Mendengar

18 November 2014 Menjadi tanggal yang tak terpisahkan dari perbincangan semua kalangan. Hal ini dikarenakan kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Republik Indonesia mengenai kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak). Kebijakan yang 'katanya' tak populer ini, memang cukup membuat tak nyaman seluruh rakyat indonesia, khususnya masyarakat menengah ke bawah. "Pemerintah memberikan kenaikan BBM disaat harga minyak dunia turun. Atas dasar apa harganya dinaikkan?" Pertanyaan diatas adalah pertanyaan awal saya atas kebijakan tersebut. jawaban yang saya dapat adalah pengalihan dari subsidi bbm yang 'katanya' sudah pada posisi tidak wajarnya menjadi berbagai macam keperluan untuk kesehatan, pendidikan, infrastruktur dan lain-lain. Tujuannya menekan subsidi bbm yang dianggap sudah tidak pada kapasitasnya. Pada dasarnya APBN yang sekarang sangat pas-pasan. Uniknya, jawaban yang saya dapat, tak begitu saja dapat diterima oleh masyarakat. Sebagian besar mencaci, sebagian la

Seperti Air Hangat

Air berasal dari atom Hidrogen dan atom Oksigen yang saling berikatan satu sama lain, sehingga membentuk molekul H2O yang sangat kuat. Air pula yang merupakan susunan terpenting di planet bumi. Hampir lebih dari setengahnya berupa air. Air memiliki titik beku pada suhu 0 derajat Celcius, dan titik didih 100 derajat Celcius. Air memang tak selamanya menjadi cairan dalam keadaanya. Jika ia berada pada titik bekunya,ia akan mengeras membentuk padatan yang dingin, yang sering disebut Es. Jika ia berada pada titik didihnya, ia akan memanas, dan membuat dirinya menghilang, merubah dirinya menjadi gas, yang sering disebut uap air. Ibaratkan saja, manusia adalah air. Air yang mempunyai fungsi yang sangat penting, yang punya sifat yang sangat khas. Jika aku digolongkan menjadi air, aku pasti tergolongkan menjadi air dingin. Aku menjadi laki-laki yang terasa beku terhadap wanita, terlalu dingin untuk memanjakan wanita yang selalu ingin dimengerti. Aku tak bisa menghangatkan, malah sebali

Terasa Dekat Jika Kita Bersama

"Terasa dekat jika kita bersama" Tulisan dari Novita Achmy Suharto (Anna) Entah harus dimulai dari kata apa tulisan ini dibuat. Tulisan ini mewakili satu dari sejuta perasaan yang bergejolak didalam jiwaku... Entah kenapa aku baru sangat menyadarinya, aku berjalan beriringan denganmu dan menyatukan langkah2 kecil melewati kerikil2 tajam bahkan melewati batuan besar yang memuncak seperti gunung, dan hanya ada satu tekat dibenak kita, karena puncak itulah tujuan kemana langkah ini berakhir. Untuk pertama kalinya aku mengenalmu didalam diam, memandangmu dari kejauhan, saat kau menoleh aku hanya bisa tersenyum malu dan saat kau sedikit menyapaku, serentak seluruh badanku langsung bergemetar, jantungku berdetak kencang, bahkan otakku berpikir keras, bagaimana caraku menjawab sapaanmu????" Tapi semua itu telah aku rasakan dulu. Iyah dulu, sekitar 8 tahun yang lalu. Saat kita masih mengenakan seragam putih biru. Aku masih ingat bagaimana caramu mendekatiku... hmmmmm sungguh

Aneh sekali

Mendaratkan tubuh ditengah keramaian dengan muka datar. Aku tak pernah mengharapkan ini. Aku merasa terasingkan ditengah keramaian orang-orang itu. Sayang sekali,aku tak seperti mereka. Aku tak bisa menjadi mereka, yang terlihat sangat gembira seperti menyambut pesta rakyat. Aku melihat seseorang ditengah kebingunganku. Ia terlihat tersenyum kepadaku dari sela-sela tubuh lelaki tanpa busana bagian atas itu. Aku merasa ia menatapku begitu lama. Aku mengalihkan pandangan ini kebelakang tubuhku, melihat apakah ada orang lain yang sekiranya ditatap olehnya. Benar saja. Aku langsung tertunduk malu. Aku baru saja mengalami hal bertubi-tubi, aku terlalu percaya diri. Aku bukanlah seseorang yang diberikan senyuman manis itu. Keramaian ini tidak sama sekali membantuku. Aku merasa sendiri,tapi aku tak mau sendiri. Aku memang pendiam, tapi aku punya keinginan. Aku ingin pergi dari kesepian ini. Kesepian ditengah keramaian. Aneh sekali.

Manusia Mimpi

Ketika semua terasa begitu nyata, aku ingin diriku hadir selalu di mimpi indah itu. Aku selalu bertemu dengan hal yang lebih indah dari dunia nyataku. Aku tenggelam di dalam lelap tidurku,menikmati mimpi yang tak pernah aku izinkan berakhir. Seringkali aku tak sanggup menjalani kehidupan nyataku, aku lebih menginginkan hidup di dalam mimpiku. Aku meminta kepada Tuhan,tapi tak pernah diberikan jawaban. Apa aku salah dengan keinginanku ini? Aku ingin terus menerus menjalani tidurku dan bermimpi. Aku bisa membuat sendiri mimpiku. Sama halnya dengan memerankan tokoh utama di sebuah film. Akupun bertindak sebagai sutradara dan penulis naskahnya. Aku sadar, bakatku berlainan dengan orang-orang diluar sana. Mana mungkin ada yang percaya, aku bisa menciptakan ceritaku sendiri di mimpiku. Aku percaya tak ada yang tak mungkin di dunia ini, jika Tuhan menghendakinya. Apakah ada manusia lain yang seperti aku? Mungkin saja ada. Aku bukan siapa2 di dunia nyata ini. Tapi ketika ku tertidu

Sebuah Harapan Untuk Indonesia

Aku setiap saat bisa saja menemuinya di layar kaca. Ia tampak selalu saja menggunakan gimiknya yang tampak lucu itu. Ia resmi menjadi presiden tanggal 20 nanti. Presiden republik indonesia. Tak bisa dipungkiri, ia menjadi sosok yang paling ditunggu. Diagungkan ataupun disepelekan. Harapan besar tentu selalu menjadikan pemimpin sebagai pusat perhatian. Aku hanya bisa berharap dengan usahaku sebagai warga negara. Aku tak peduli dengan apa kata orang yang membencimu. Aku tak peduli dengan apa kata orang yang seakan selalu memujimu. Manusia bisa saja bohong. Yang jelas. Ia telah menjadi presiden dimana aku lahir. Suka tak suka. Perbaikilah apa yang selama ini dirasa bisa merusak negara ini. Berinovasilah dengan caramu yang terbaik. yang ku tau kepercayaan rakyat telah diberikan. Ingat itu presidenku Ini salah satu harapan dari wargamu. Sebuah harapan untuk indonesia. F lash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari http://www.nulisbuku.com di Facebook dan T

Mentari pagi

Aku tak pernah menemukannya lagi. Aku tak menginginkannya. Aku bahkan tak berusaha menghampirinya. Aku tak mengerti dengan ketidak pedulian ini. Aku selalu saja terlalu santai untuk melewati hari tanpanya. Aku selalu lupa untuk bersyukur dengan kehadirannya. Kenapa aku selalu mengabaikannya? Aku tak pernah bisa menjawabnya. Aku selalu mengabaikannya, karena terkadang ia membuatku tak nyaman dengan energi dari dirinya disaat ia berada tepat di posisi terbaikny. Aku bahkan bersembunyi di saat ia menunjukan eksitensinya. Sungguh, bukan niatku mengabaikan. Pikirku hanya takut saja. Kukira ia akan selalu hadir. Tapi mengapa Ia tak pernah hadir disaat aku kesepian di malam hari. Mengapa? Apa itu balasan atas semua yang aku perbuat. Aku tak punya nyali untuk menyalahkannya. Karena aku sadar, sikapku sendiri yang akan jadi bumerang. Aku terkadang merindukannya. Aku ingin melihatnya lagi tanpa sedikitpun rasa takut. Aku akan berusaha bangun di pagi hari untuk menyambutnya. Disiang h

Menjemputmu

Pagi itu, Fazli membuat keputusan untuk menjemput wanita yang telah ia pacari selama 5 tahun. Keputusan yang ia ambil dengan begitu berat. Selama ini ia tak cukup nyali untuk menjemput wanita kesayanganya tersebut. 5 tahun,fazli habiskan dengan ketakutan itu. Fazli pun tak mengerti ,mengapa orangtua miranti (pacarnya) selalu tampak cuek dengan hubungan mereka berdua. Bahkan sering kali memarahi fazli melalui handphone. Setibanya ia di depan rumah. Fazli menanyakan ke miranti. "ayah kamu tak menyukai aku?" Miranti cukup meyakinkan fazli dengan jawabanya "ayah memang seperti itu,akupun tak mengerti. Ayah hanya ingin aku baik2 saja" "5 tahun aku tak pernah berani jemput kamu,aku pun tak pernah berani menginjakan kaki di rumah mu" Sempat terhenti sejenak,fazli melanjutkan "mungkin ini saat pertama aku menjemput kamu., "aku tak perduli dengan kecuekan ayahmu, aku tetap ingin,.." Fazli menghentikan obrolannya karena Tampak dari arah de

Menikmati 3 Pulau Bersejarah

Minggu, 7 September 2014 Pagi itu kami berdua bersikeras untuk bangun pukul 04.00 WIB . Sumpah Pagi banget. Bahkan ayam pun enggan mengeluarkan suaranya. mengendarai motor kesayangan ditemani sang kekasih membuat saya tak terlalu merasa dingin di pagi itu, bukan karena dekapan yang erat yang saya dapatkan. tapi memang tumpahan minyak kayu putih yang saya miliki di perut ini. pagi itu kami menuju stasiun BOJONG GEDE. Ditengah perjalanan kami, tiba2 kami dikagetkan dengan banyaknya orang ditengah jalan (tepatnya di Kadang roda, sentul). saya tadinya berpikir mungkin saja ada kecelakaan di tempat itu sehingga jalan yang arahnya kami lewati ditutup sementara. dari kejauhan memang sedikit terdengar rusuh. tapi semakin kami mendekat, kami mendapatkan hal yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Orang-orang yang menutup jalan ini cuma anak2 ABG yang sedang memenuhi kesenangan mereka yaitu Balapan Liar. Yaaah elllaaah Bro.   saya merasa aneh ketika supir-su